Review Antivirus Bitdefender Total Security 2021

By | Mei 17, 2020
Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 | Antivirus adalah software yang berfungsi sebagai pengaman komputer kita dari serangan virus dan program-program jahat lainnya. Menurut wikipedia, Perangkat lunak antivirus, atau perangkat lunak anti-virus (disingkat perangkat lunak AV), juga dikenal sebagai anti-malware, adalah program komputer yang digunakan untuk mencegah, mendeteksi, dan menghapus malware.

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - logo

Kita semuanya juga sudah tahu tugas dari antivirus yaitu mencegah adanya virus pada komputer dan jika pun ada maka tugasnya antivirus adalah untuk menghapus atau memulihkan file yang terkena virus tersebut. Saat ini ada banyak antivirus yang beredar dipasaran, dari yang gratisan hingga berbayar.
Ngomong-ngomong soal antivirus berbayar saya mau share pengalaman saya sendiri ketika menggunakan salah satu antivirus berbayar terbaik didunia yaitu Bitdefender. Menurut AVTest, Bitdefender adalah antivirus paling baik dan paling kuat didunia untuk menangkal berbagai jenis virus hingga malware sekelas ransomware (katanya :v).
Saya sendiri sebelumnya menggunakan antivirus gratisan yaitu Avast. Ya pastinya rata-rata orang pakai antivirus itulah karena lisensinya lifetime. Namun karena gratisan, antivirus ini tidak dapat mendeteksi virus yang berasal dari internet. Avast free hanya mampu mengatasi virus yang berasal dari flashdisk atau software-software yang berisi malware. Antivirus ini tidak mampu mengecek virus yang menyelinap dari internet.

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar1

Jadi ceritanya, awal-awalnya saya merasa komputer saya aman-aman saja tidak ada masalah. Namun semuanya berubah ketika saya tidak sengaja menginstall add-on dari Chrome store (lupa juga apa namanya). Ya kalian juga tahu kalau ketemu iklan pop-up pastinya ada aja masalah dibuatnya, nah mungkin karena pop-up tersebut add-on atau kita sebut saja malware terinstal pada komputer saya.
Jenis malware yang terinstal juga tidak tanggung-tanggung yaitu RAT atau Remote Access Trojan. Menurut wikipedia RAT adalah jenis malware yang mengontrol sistem melalui koneksi jaringan jarak jauh. RAT biasanya dipasang tanpa sepengetahuan korban, seringkali sebagai muatan kuda Troya, dan akan berusaha menyembunyikan operasinya dari korban dan dari perangkat lunak keamanan dan perangkat lunak anti-virus lainnya.
Sehingga apa yang terjadi, salah satu password dari akun saya tertangkap dan saya mendapat email yang disuruh untuk membayar sejumlah biaya agar data-data yang sudah didapat oleh hacker ini dihapus. Jika tidak dia mengancam untuk menjualnya di dark web. Kebetulan password dari akun saya ini merupakan salah satu password akun penting saya. Sehingga saya mencoba memohon tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Jadi solusi yang bisa saya lakukan selain mengganti semua password pada akun saya, saya membeli antivirus berbayar bernama Bitdefender Total Security 2019.

Sekilas tentang Bitdefender Total Security

Bitdefender Total Security 2019 adalah antivirus yang melindungi komputer dari serangan yang berasal dari dalam (karena suka colok sembarang flashdisk) dan luar (malware dari internet). Jika dilihat pada situs resmi Bitdefender, Bitdefender Total Security adalah versi paling tingginya. Bitdefender Total Security sebenarnya antivirus Bitdefender Internet Security namun dapat digunakan pada 3 perangkat yaitu Windows, Mac, dan iOS/Android. Saya membeli antivirus ini sekitar 200rb pada tahun 2019 di enterkomputer.
Setelah hampir 1 tahun pemakaian, saya menikmati perlindungan dari antivirus ini. Setiap browsing internet, jika ketemu situs yang kira-kira memiliki pop-up yang berbahaya maka akan langsung distop dengan sendirinya oleh antivirus ini. Ketika colok flashdisk punya teman yang ada virus langsung di scannya dan disinfek agar filenya tetap ada namun virusnya hilang. Ya rasanya samalah seperti antivirus pada biasanya.

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar2

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar3

Kelebihan Bitdefender Total Security

Yang paling saya suka dari Bitdefender adalah mampu mendeteksi virus atau malware sekitar 90% dibanding antivirus lainnya. Jika saya bandingkan dengan Norton Internet Security, ada beberapa malware yang ditemukan oleh bitdefender namun tidak terdeteksi oleh Norton. Bahkan malware yang menyamar menjadi gambar ikon pada file musik saja berhasil dideteksi oleh Btidefender. Jadi mikir-mikir juga download lagu bajakan, bisa ada malwarenya juga :v .

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar4

Yang kedua, fitur yang saya sukai dari Bitdefender adalah web protection. Jadi fitur ini akan melakukan scanning setiap website yang kita buka sehingga mencegah ada file yang tidak diinginkan terdownload dengan sendirinya. Fitur ini paling cocok jika kita sedang browsing dan ketemu pop-up.
Yang ketiga yaitu firewall. Menurut saya Firewall Bitdefender paling nyaman dipakai dan paling sensitif jika ketemu port-port yang terbuka. Misalnya kita lagi browsing lalu ada request minta port sekian yang dirasa sensitif maka Bitdefender akan memblokirnya sebelum kita mengizinkan port tersebut. Selain itu juga, Bitdefender memberikan kita upgrade gratis jika sudah rilis versi baru namun lisensi kita masih aktif, makanya judul review saya Antivirus Bitdefender Total Security 2020 walau saya belinya versi 2019, karena dapat upgrade gratis :v .

Kekurangan Bitdefender Total Security

Namun ada rasa jengkelnya juga, antivirus ini merupakan antivirus yang paling posesif menurut saya. Setiap saya menginstal program yang baru pasti ditanya ini software apa. Belum lagi kalau udah ketemu yang namanya crack, bukan main langsung dihapusnya saja padahal itu crack gak dipakai. Udah itu, buat balikin file yang dihapus paksa oleh Bitdefender karena dikira ada virus itu juga susah sekali. Jadi jika saya colok flashdisk yang kira-kira ada crack atau aplikasi yang dikira malware, saya disable sebentar antivirus ini.
Selain itu, hal yang paling saya jengkel dari antivirus ini adalah susah untuk didisable. Jika pada avast kita hanya perlu mengklik kanan pada ikon avast lalu pilih disable until restart maka beda cerita pada Bitdefender. Pada Bitdefender, anda tidak bisa hanya menonaktifkan Realtime protection untuk menonaktifkan antivirus ini, anda harus mendisable semua proteksi yang ada pada Bitdefender. Kadang saya jengkel ketika sudah didisable masih juga antivirus ini main hapus saja file yang dikira virus. Kalau sudah emosi, saya langsung uninstall nih antivirus sampai kerjaan saya selesai.

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar5

Dan hal yang paling terakhir yang saya tidak suka pada Bitdefender adalah resource yang dipakainya. Jika menggunakan avast, RAM yang digunakan hanya sekitar 100mb namun Bitdefender bisa menggunakan RAM hingga 1GB. Boros banget. PC saya pakai RAM 10GB, pas pertama kali pakai antivirus ini kek saya main game tiap hari, usage RAM saya bisa sekitar 5GB jika sekalian buka aplikasi lainnya. Apalagi kalau dipakai pada laptop dengan RAM 4GB, bisa-bisa pemakainya udah 3gb pas jalan. Belum lagi kalau PC nya gak pake SSD, antivirus ini akan membuat komputer anda lelet banget.

Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 - gambar6

Kesimpulannya, dibalik keamanan yang tinggi kita juga serasa dikekang oleh antivirus ini. Menurut saya antivirus ini cocok untuk komputer yang isinya file-file super penting seperti file kantor atau project. Jika untuk daily, saya rasa lebih cocok antivirus kek Kaspersky atau Norton yang usagenya gak besar. Sekian Review Antivirus Bitdefender Total Security 2020 dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *