Pengertian dan fungsi 7 Layer OSI

By | Mei 9, 2020
Pengertian dan fungsi 7 Layer OSI
(updated)
Apa yang dimaksud dengan OSI?
7 Layer OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan
yang dikembangkan oleh suatu subcommite dari International Organization for
Standardization di Eropa pada tahun 1977. (ISO) mulai bekerja untuk membuat
beberapa set standart untuk memfasilitasi komunikasi jaringan. Yang dikenal
sebagai model referensi OSI-Open System Interconnection.
Berikut ini adalah komponen Penyusunan 7 Layer OSI.macam-2 jenis-2 7 Layer OSI
7 OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
  1. Physical Layer 
  2. DataLink
    Layer 
  3. Network
    Layer 
  4. Transport
    Layer 
  5. Session
    Layer 
  6. Presentation
    Layer 
  7. Application
    Layer

Dari ke Tujuh layer tersebuat mempunyai 2
(dua) Tingkatan Layer, yaitu:

  1. Lower Layer
    yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
  2. Upper Layer
    yang meliputi : Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan
    Application Layer 

Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan
Perangkatnya

Dari ke Tujuh Layer tersebut juga
mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing, yaitu :
Layer 7: Layer
Application
Layer 7 adalah layer Applikasi yang
mendefinisikan interface antara software-software atau applikasi yang
berkomunikasi keluar dari komputer dimana aplikasi tersebut berada. Layer ini
menjelaskan aturan-aturan sebagai berikut:
  1. Penyediaan layanan jaringan
  2. Penawaran – pengiklanan layanan
    jaringan
  3. Pengaksesan layanan jaringan

Contoh berikut adalah
protocol-protocol yang mengimplementasikan aturan layer application.

  1. Netware’s services advertising protocol (SAP)
  2. TCP/IP Network File System (NFS)
  3. TCP/IP Simple Mail Transfer
    Protocol (SMTP), Telnet, HTTP, FTP,WWW browser
  4. Termasuk dalam contoh ini adalah
    file, print, applikasi database dan message.

Cara kerja Application Layer






Layer 6: Layer
Presentasi

Layer 6 adalah layer presentation
dimana tujuan utamanya adalah mendefinisikan format data seperti text ASCII,
text EBCDIC, binary, BCD dan juga jpeg. Enkripsi juga didefinisikan dalam layer
6 ini. Layer Presentation menspesifikasikan aturan-2 sebagai berikut:
  1. Penterjemahan Data
  2. Enkripsi dan kompresi data

Protocol-2 berikut adalah contoh yang
mengimplementasikan aturan layer Presentation

  1. Netware Core Protocol (NCP)
  2. AppleTalk Filing Protocol (AFP)
  3. JPEG, EBCDIC, ASCII, GIF, PICT,
    encryption, MPEG, dan MIDI. Misal mainframe mempunyai format EBCDIC; sementara
    Windows mempunyai format data ASCII. Tugas layer Presentation adalah menterjemahkan
    format yang berbeda ini sehingga bisa saling nyambung

Layer 5: Layer
Session

Session layer ini mendefinisikan
bagaimana memulai, mengontrol, dan mengakhiri suatu percakapan (disebut
session).Hal ini termasuk dalam kendali dan manajemen dari berbagai pesan
bidirectional sehingga aplikasi bisa menyertakan suatu sinyal pemberitahuan
atau notifikasi jika beberapa pesan telah lengkap. Layer ke lima Session
menspesifikasikan aturan-2 berikut:
  1. Pengendalian sesi komunikasi antara
    dua piranti
  2. Membuat; mengelola; dan melepas
    koneksi

Berikut adalah protocol yang mengimplementasikan
layer session model OSI:

  1. Netware’s Servise Advertising
    Protocol (SAP)
  2. TCP/IP remote procedure call (RPC)
  3. SQL; NFS; NetBIOS names; AppleTalk
    ASP; DECnet SCP

Contoh sederhana analoginya adalah
operator telpon. Jika anda mau menelpon suatu nomor sementara anda tidak tahu
nomornya, maka anda bisa nanya ke operator. Kurang lebih analoginya seperti
itu.

Layer 4: layer
Transport
Layer 4 (Transport layer) lebih fokus
pada masalah yang berhubungan dengan pengiriman data kepada komputer lain
seperti proses memperaiki suatu kesalahan atau error recovery, segmentasi dari
blok data dari aplikasi yang besar kedalam potongan kecil-2 untuk di kirim, dan
pada sisi komputer penerima potongan-2 tersebut disusun kembali.
Layer OSI ke 4 ini menspesifikasikan
aturan-2 sebagai berikut:
  1. Menyembunyikan struktur jaringan
    dari layer diatasnya
  2. Pemberitahuan kalau data pesan
    telah diterima
  3. Menjamin kehandalan, pengiriman
    pesan bebas kesalahan

Contoh-2 berikut adalah protocol-2 yg
mengimplementasikan aturan layer transport

  1. Netware’s Sequence Packet Exchange
    (SPX) protocol
  2. TCP/IP’s Transmision Control
    Protocol (TCP)
  3. TCP/IP’s Domain Name System (DNS)

Analogi dari layer transport ini seperti
penyedia jasa pengiriman paket, misalnya POS atau Fedex. Fedex bertanggung
jawab penuh untuk sampainya paket ke alamat tujuan dan paket dalam keadaan utuh
tanpa cacat. Seperti juga ISP, kalau kita ketikkan www.gamebate.com maka ISP
akan menterjemahkan kedalam address tujuan.

Layer ke 3: Layer
Network
Layer Network dari model OSI ini
mendefinisikan pengiriman paket dari ujung-ke-ujung. Untuk melengkapi pekerjaan
ini, Network layer mendefinisikan logical address sehingga setiap titik
ujung perangkat yang berkomunikasi bisa diidentifikasi. Layer ini juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana jalur dipelajari, sehingga
semua paket bisa dikirim.
Layer Network menspesifikasikan
aturan-2 sebagai berikut:
  1. Data routing antar banyak jaringan
  2. Frakmentasi dan membentuk ulang
    data
  3. Identifikasi segmen kabel jaringan

Protocol-2 berikut menerapkan aturan
layer Network

  1. Netware’s Internetwork Packet
    Exchange (IPX) Protocol
  2. TCP/IP’s Internet Protocol (IP);
    AppleTalk DDP

Analogi dari layer ini tugasnya
mengirim surat atau paket ke kota atau kode pos tertentu, tidak langsung di
kirim ke alamat tujuan. Layer ini sangat penting dalam jaringan yang kompleks,
dimana layer Network mengirim data paket ke jaringan logical.Router berfungsi
pada layer ini.

Layer ke 2: Data link
layer
Layer Data link menspesifikasikan
aturan berikut:
  1. Koordinasi bits kedalam kelompok-2
    logical dari suatu informasi
  2. Mendeteksi dan memperbaiki
    kesalahan
  3. Mengendalikan aliran data
  4. Identifikasi piranti jaringan

Protocol-2 berikut mengimplementasikan
Data link layer:

  1. Ntware’s Link Support layer (LSL)
  2. Asynchronouse Transfer Mode (ATM)
  3. IEEE 802.3/802.2, HDLC, Frame
    Relay, PPP, FDDI, IEEE 
    802.5/802.2

Analogi data link ini seperti surat
tercatat yang dikirm pada alamat rumah dan dijamin sampai dengan adanya resi
yang ditandatangani penerima. Layer ini mengidentifikasi address yang
sesungguhnya dari suatu piranti.

Layer ke 1: Layer
Physical
Layer Physical dari model OSI ini
berhubungan dengan karakteristik dari media transmisi.Contoh-2 spesifikasi dari
konektor, pin, pemakaian pin, arus listrik, encoding dan modulasi cahaya.
Biasanya dalam menyelesaikan semua detail dari layer Physical ini melibatkan
banyak spesifikasi.
Layer ini menspesifikasikan aturan-2
berikut:
  1. Struktur fisik suatu jaringan
    missal bentuk konektor dan aturan pin pada konektor kabel RJ-45. Ethernet dan
    standard 802.3 mendefinisikan pemakaian dari kabel pin ke 1,2,3 dan 6 yang dipakai
    dalam kabel Cat 5 dengan konektor Rj-45 untuk koneksi Ethernet.
  2. Aturan mekanis dan elektris dalam
    pemakaian medium transmisi
  3. Protocol Ethernet seperti IBM Token
    ring; AppleTalk
  4. Fiber Distributed Data Interface
    (FDDI) EIA / TIA-232; V.35, 
    EIA/TIA-449, RJ-45, Ethernet, 802.3,
    802.5, B8ZS
  5. Sinkronisasi sinyal-2 elektrik
    melalui jaringan
  6. Encoding data
    secara electronic

Menggunakan model OSI dalam diskusi
konsep jaringan mempunyai beberapa Kelebihan sebagai berikut :

  1. Memberikan bahasa dan referensi
    yang sama antar sesama 
    professional jaringan
  2. Membagi tugas-2 jaringan ke dalam
    layer-2 logis demi kemudahan 
    dalam pemahaman
  3. Memberikan keleluasaan fitur-2
    khusus pada level-2 yang berbeda
  4. Memudahkan dalam troubleshooting
  5. Mendorong standard interoperability
    antar jaringan dan piranti
  6. Memberikan modularity dalam fitur-2
    jaringan (developer dapat mengubah fitur-2

Namun juga memiliki beberapa kekurangan :

  1. Layer-2 OSI adalah teoritis dan
    tidak melakukan fungsi-2 yang sesungguhnya
  2. Dalam implementasi industry jarang
    sekali mempunyai hubungan layer-ke-layer
  3. Protocol-2 yang berbeda dalam stack
    melakukan fungsi-2 yang berbeda yang membantu menerima dan mengirim data pesan secara
    keseluruhan
  4. Implementasi suatu protocol
    tertentu bisa tidak mewakili setiap layer OSI (atau bisa tersebar di beberapa
    layer)

sekian yang
dapat saya bahas mengenai 7 layer OSI, baca juga artikel saya lainnya yang
tidak kalah menarik mengenai Kompuer & Jaringan
Terimakasih sudah berkunjung, share jika artikel ini
bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *