Kumpulan Puisi Perpisahan, Perpisahan Guru, Teman, Sahabat

Disini anda akan menemukan puisi tentang perpisahan, baik perpisahan guru, perpisahan teman, perpisahan disekolah maupun diluar sekolah, yang paling menyejukkan hati adalah ketika mendengar puisi dari hati ke hati, jadi bacalah puisi perpisahan dibawah ini dengan hati yang jernih penuh penghayatan.

Kumpulan Puisi Perpisahan, Perpisahan Guru, Teman, Sahabat

Puisi Perpisahan Sekolah

Selain tempat untuk menuntut ilmu, sekolah juga dapat dikatakan sebagai rumah kedua. Karena di sana, kita kerap menghabiskan sebagian waktu. Oleh karena itu, pertemanan dan persahabatan di sekolah SD, SMP, Maupun SMA pun tak jarang sudah terjalin dengan baik. Pada saat perpisahan sekolah adalah saat yang sangat mengaharukan. Nah, berikut ini Seruni akan berikan contoh puisi perpisahan sekolah yang mengesankan sekaligus menyedihkan.

1. Saat Perpisahan Tiba

Tiga tahun sudah kita menyelami telaga ilmu di sini
Mengukir cerita untuk masa depan yang gemilang
Segala kenangan indah meraih prestasi
Terkenang di mermori dan tertanam di hati sanubari

Tempat menempa diri dengan ujung tinta pena yang akan menjadi saksi
Tembok ruang belajar yang menghiasi kata-kata motivasi setiap hari
Menjadi cerita yang tersimpan dalam peti berisi prestasi
Teman ingat dengan baik kenangan ini dalam sejarah hidupmu

Teruskan perjuangan kita untuk agama, bangsa, dan demi negara Indonesia tercinta
Jangan engkau berhenti melihat dalamnya jurang perjuangan
Terus berusaha hingga mampu menyebrangi tanpa kata lelah
Perpisahan hanya kata pengganti dari melompat ke tempat mencari ilmu lain

Tidak ada alasan untuk saling melupakan kenangan
Kebersamaan akan terus terwujud dalam naungan persaudaraan
Erat tidak akan terlepas sampai kesuksesan menjadi milik bersama
Teman jadikan perpisahan ini bukan untuk mengakhiri sebuah cerita

Jangan kau jadikan alsan untuk saling bersifat acuh
Tapi, jadikan sebuah perpisahan termanis ini
Sebagai momen besar untuk saling bertemu dan merayakan keberhasilan bersama
Selamat berpisah kawan, aku tunggu kehadiranmu di puncak kesuksesan

2. Sekolahku

Kubuat sebuah puisi sederhana untukmu
Tempatku mengaruni samudra ilmu
Kupersembahkan khusus padamu
Wahai sekolahku tercinta

Di sini aku mengenal banyak teman
Hingga menemukan sahabat tersayang
Menemukan kekasih pujaan
Menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan

Semuanya menjadi satu di sini
Di sekolahku ini
Sekolah dimana aku menemukan jati diri
Agar berguna bagi bangsa dan negeri

Di sekolah kutemukan ketulusan dari seorang guru
Di sekolah pula aku belajar tentang ilmu
Kubelajar indahnya kebersamaan
Diskusi dalam menyelesaikan perbedaan

Sekolahku, semoga engkau jaya selalu
Menjadi tempat mendidik putera puteri bangsa
Menjadi generai penerus yang berguna

Selamat tinggal aku ucapkan
Wahai sekolahku tersayang
Kau tak akan pernah aku lupakan
Meski seiring perkembangan zaman

4. Kenanganku di Sekolah Tercinta

Hari demi hari cepat berganti diiringi mentari
Pagi hari yang cepat menjadi saksi diriku semangat sekolah
Siang hari yang terik menjadi teman dalam perjalanan
Memetik bunga-bunga ilmu yang sedang merekah

Penuh semangat menggandeng tangan kawan seperjuangan
Menyatu dalam genggaman menerangi masa depan
Pantang untuk menyerah atas alasan kata lelah
Ingin terus menyelami air berilmu sampai sumber itu kering sekalipun

Sekolah ini menjadi cerita sendiri menghiasi dinding hati
Tidak akan terlupakan walau tertutup sebongkah debu
Kisahnya sesejuk embun pagi yang bening di atas dedaunan
Memberi kesejukan pada insan yang haus akan pengetahuan

Kenangan itu hanya tinggal cerita, kenangan di sekolahku tercinta
Terima kasih telah menjadi rumah tempatku menimba
Pengetahuan sebagai persinggahan untuk hari tua
Terima kasih telah melindungi anak negeri dari kebodohan

Terima kasih sekolahku, engkau tempat yang terbaik untuk menuntut ilmu
Kini kami tinggalkan untuk meneruskan perjuangan
Gerbang kesuksesan telah menunggu kami di sana
Terima kasih telah mengantarkan langkah kami
Aku akan kembali membawa mentari untuk negeri

5. Sepucuk Surat Perpisahan

Tangisku menghiasi jalan perpisahan ini
Bunga-bunga terlihat layu hingga enggan bermekaran
Seolah enggan membuka kuncup di kala perpisahan tiba
Tangkai merunduk seakan ikut merasakan kesedihan

Di telaga yang penuh ilmu ini kami berpisah
Meneruskan utnuk menyelami lautan ilmu di seberang sana
Bersama-sama dengan temani kemerlip bintang
Akan kupetik untuk hiasi dinding perjuangan

Terlukis indah di kertas putih jasa para pahlawan pendidikan
Yang telah memberikan sebongkah kilauan ilmu kehidupan
Bagai sumber air yang terus mengalir
Engkau isi dengan perlahan gelas kosong hingga penuh pengetahuan

Perpisahan tidak menyurutkan semangat untuk tetap berjuang
Berada di bawah langit yang sama sebagai saksi
Meyakinkanku bahwa kau tetap memandang langit yang sama
Sepucuk surat perpisahan aku kirimkan

Puisi Perpisahan dari Guru untuk Siswa

Ada kalanya seorang guru juga ingin memberikan sebuah puisi untuk murid-muridnya tercinta, yang mungkin sebentar lagi akan meninggalkan sekolah, untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. Berikut ini, ada sebuah puisi yang bisa kalian jadikan sebagai inspirasi saat perpisahaan.

6. Majulah Terus Siswa Indonesia

Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan kusandangkan
Hanya kepadamu cita-cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu

Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan

Ingat, engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan

Oleh: aguspurnomosite.blogspot.com

Puisi Perpisahan untuk Guru

Inspirasi untuk menulis puisi perpisahan tentang guru, memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya dengan membaca beberapa puisi yang bikin kamu terharu pada artikel ini. Jika kebetulan sedang terjadi beberapa contoh puisi, kamu bisa membacanya di sini.

7. Surat Perpisahan untuk Guru

Ibu bapak guru, ini aku tiga tahun yang lalu
Kuharap, pagi ini engkau baik-baik saja
Pagi ini masih terasa seperti pagi yang lalu
Ini aku yang dulu selembar kertas putih

Yang pernah engkau lukis warna-warna damai nan berarti
Putih, agar diriku berpikir jernih
Emas, agar diriu bersinar cerah
Dan merah, agar hatiku penuh dengan semangat yang membara

Dan akhirnya hari yang kunanti tiba saatnya
Hari untuk melepas tanganmu dari pundakku
Sketsa aku yang tangguh yang akan engkau lepaskan
Sketsa aku yang tersenyum cerita yang siap untuk melangkah

Ibu bapak guruku tersayang
Aku telah siap meneruskan impianku ini
Terima kasih telah membimbingku
Terima kasih bersabar atas kenakalanku

Terima kasih telah mengajariku tanpa pamrih dan iklhas
Dengan kesederhanaanmu
Dengan doa, cinta dan harapan
Maafkanlah kami ibu bapak guru

Oleh: Taufiq Febrian

8. Selamat Tinggal Guru

Guru, ijinkanlah kami meneteskan air mata ini
Ijinkanlah kami menggenggam tangan lembutmu
Ijinkanlah kami memahami keikhlasanmu
Ijinkan pula, kamu menyesali kesalahan yang telah kami perbuat

Guru, dengan lengan ini, kami belajar menulis huruf demi huruf
Dengan hati ini, kami memhami sebuah kata hingga menjadi bahasa
Kini, kami baru mengerti dari ketulusanmu
Ketulusan yang tak bisa dibayar dengan apapun itu

Guru, tanpamu kami bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa
Di dalam dada kami, namamu telah terpahat menjadi satu
Guru, maafkan semua kesalahanku
Maafkan segala kesalahan kami

Maafkan kesalahan-kesalahan teman kami
Maafkan kesalahan dari adik-adik kelas kami
Do’akan kami agar kami menjadi anak yang berbakti

Guru, terima kasih atas semua keikhlasanmu
Terima kasih atas semua perhatianmu
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan kepada kami

Guru, terimalah salam hormat dari kami
Terimalah salam takdzim dari kami
Terimalah salam maaf dari kami
Biarlah do’a kami yang akan memelukmu dari jauh

9. Terima Kasih Guruku

Keberadaanmu bagaikan secercah cahaya
Yang menyinari gelapnya alam dunia
Keberadaanmu bagaikan tetes embun
Yang memberikan kesejukan dalam panasnya jiwa

Jasamu sungguh mulia
Keberadaanmu begitu berharga
Kau lepaskan kami
Dari kebodohan yang menyelimuti diri

Guruku,
Kau adalah pahlawan bagiku
Tanpamu ku tak akan mengerti
Tulis, hitung maupun baca ini itu

Kau berjuang tanpa mengharapkan imbalan
Kau didik kami dengan penuh kesabaran
Segala budimu tak akan pernah kami lupakan
Hingga kami tumbuh dewasa mendatang

Guruku,
Terima kasih kami ucapkan
Dan maafkan kami selama ini
Yang mungkin sering membuatmu sakit hati

Di hari perpisahan ini
Kami ucapkan dengan setulus hati
Bahwa kami menyayangi
Semua guru-guru kami

10. Tumpahan Tinta Ilmu

Tetesan keringat jerih payahmu
Jemari-jemarinya luluh lantahkan meja
Diajarkannya berdo’a dan bernyanyi
Alun-alun semilir indahkan kedamaian cinta

Menegakkan badan menghargai jasanya
Menuruti langkahnya jejak pun ada
Jiwanya memberikan pengorbanannya

Tinta-tinda bocor tumpahkan darahnya
Lembaran pun tersobek-sobek singgasana
Suaranya menggemakan dunianya
Gertakan langkahnya dan detakan jantungnya

Kuhaturkan terima kasih kepadanya
Wahai guruku, jiwaku
Tanpamu, aku tak akan bisa terbang hingga ke langit
Permata indah, indahkan cinta
Gemerlap dari matamu selalu senyumkan hatiku

Terima kasih guruku

Oleh: Ama Gusti Azis

11. Terima Kasih Guruku Pujaan Hatiku

Pagi hari ini, seperti tak biasa
Berkumpul membaur sebanyak rasa
Haru, sedih, bahagia menjadi satu
Satu nuansa tanpa rekayasa

Kebahagiaan kamu tertumpah di sini
Berhasil melewati ujian akhir tahun ini
Lalu, menjadi haru mengiris hati
Teringat kisah kasih selama ini
Dan kasihmu wahai guru-guru yang kami cintai

Sedih, akhir dari perasaan kami
Kala menyadari perpisahan harus terjadi
Setelah kesan dan pesan terlanjur terpatri
Menjadikan kami murif yang berprestasi tinggi

Bahagia, sedih, dan haru
Menyatu karena kemurnian sentuhanmu
Membuat lidah kami terasa kaku
Untuk sekedar berucap padamu

Thank you for all and good bye, guruku
Hanya itu yang kami mampu
Oh pagi ini begitu sayu

12. Kata Akhir Sang Guru

Hari ini usai sudah tugasmu
Mengantarkan saat terakhirku sebagai muridmu
Tertunduk dalam kenangan
Wahai pahlawan tanpa tanda jasaku

Engkau yang kadang menakutkan
Engkau yang kadang melucu
Dan engkau yang kadang menasihati
Engkau adalah guru kami

Cerita tentangmu takkan pernah hilang
Kata yang keluar tak mampu menjelaskan
Tak seterang lilin yang menyala dalam gelap
Kau tetap terang hingga saat perpisahan tiba

Maafkan kami,
Atas segala kebodohan nafsu kami
Atas nasihat yang telah kami langgar
Atas perintah yang tak pernah kami lakukan

Puisi Perpisahan Sahabat

Apa yang terbesit dalam benakmu ketika mendengar kata sahabat? Sebagian dari kita mungkin akan mengingat masa-masa menyenangkan bersama mereka. Tapi, beberapa yang lain mungkin merasakan kesedihan yang mendalam ketika mengenang sosok sahabat. Kumpulan puisi perpisahan sahabat yang menyedihkan ini dijamin bisa membuatmu sulit mengenang sosoknya.

13. Kawan yang Akan Pergi

Waktu akan terus berjalan
Detik demi detik akan terus bergulir
Tak terasa waktu semakin dekat

Kini tibalah saatnya
Waktu dimana kita berada
Di akhir masa bersama-sama

Kawan,
Bagai tersambar petir rasanya hatiku
Sat kau katakan semua itu
Rasanya baru saja kemarin
Kau bilang jika akan pergi ke tempat baru
Untuk meraih impianmu

Teringat seketika dalam benakku
Waktu-waktu yang kulalui bersamamu
Segala canda dan duka kita lewati bersama
Kukira, semuanya akan tetap sama

Terasa berat rasanya hatiku kawan
Kau adalah sahabatku tersayang
Melepaskan kepergianmu
Namun, semua ini demi masa depanmu

Kawan,
Terima kasih untuk segalanya
Atas semua waktu yang kau luangkan
Atas semua tawa yang kau hadirkan

Ingatlah kawan,
Meski jarak dan waktu memisahkan kita
Namun, hati kita akan tetap bersama
Itulah yang namanya sahabat sejati

14. Mutiara Kebersamaan

Sahabat, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas
Kita renangi dan selami kedalamannya
Untuk mencari tiram di dasarnya, dan kita petik mutiaranya
Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan

Dengan bahtera tulus kebersamaan kita berlayar
Untuk saling menjaga dan saling percaya
Dan saat ini, saat dimana kita harus lalui waktu
Waktu dimana kita harus mulai maju
Maju untuk sesuatu harapan baru

Mungkin saat ini kita akan berpisah
Namun semua itu hanyalah sementara
Karena kau akan kembali dan harus kembali
Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat

Puing-puing masa lalu bersamamu
Namun karena di sini lah tanah kelahiranku
Dimana ada engkau dan orang-orang terdekatku

Oleh: Ali Uthi Ullah

15. Salam Perpisahan

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan

Saat-saat langkah terayun
Jarak kita pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin, terkubur oleh waktu dan keadaan

Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu

Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa rinduku yang tak kau harapkan

16. Sampai Berjumpa di Puncak Kesuksesan

Dia yang selalu dengan heboh berlari ke arahku
Dia yang selalu setia kehadiranku
Sosok yang tak pernah bosan mendengar ocehan yang mengandung makna
Seorang yang tak pernah jenuh melihat rawut wajah ini

Dia yang hatinya selalu menangis
Di kala air mataku jatuh terurai
Dia yang selalu tertawa lepas
Melihat aku yang sedang mendapat sebuah keberuntungan

Kebahagiaan, keceriaan, yang terkadang tidak tersadar
Bahwa hadirnya adalah nyawa di dalam jiwa
Sosok yang kadang terhalangi oleh kebahagiaan akan cinta yang tiba-tiba hadir
Tak jarang aku mengabaikannya

Lebih memilih sosok yang disebut dengan kekasih
Tak akan lama, sudah pasti tak akan pernah mampu bertahan lama
Untuk mengalihkan pandangan darinya
Persahabatan di waktu usia muda

Selalu ada dalam suka maupun duka
Tak pernah sekalipun ia absen di kala aku dilanda kegalauan
Namun, di kala pelangi kebahagiaan datang
Terkadang ia membiarkanku untuk menikmatinya

Tak sanggup sedikitpun batin ini
Melihatnya dikecewakan oleh dunia
Tak akan kubiarkan sosok jahat yang mengaku cinta
Untuk berjalan mendekat ke arahnya

Impian demi impian
Kita bangun bersama-sama
Jalan kehidupan yang terkadang berbeda
Tak pernah sekalipun menjadi perdebatan

Kita yang kini bersusah payah
Berjuang untuk meraih sang bintang
Peluh yang bercucuran
Menjadi kobaran api yang menggairahkan

Walau terkadang hidup tak mampu memberi adil
Tapi teruslah berharap
Kita akan berjumpa kembali
Terbanglah bebas

Melangkah tanpa beban
Wahai sahabat, sampai berjumpa kembali di puncak kesuksesan
Semoga nasib baik selalu menjadi anugerahmu

Puisi Perpisahan Cinta

Cinta juga merupakan bagian dari siklus hidup yang terus berjalan. Pertemuan di antara dua manusia yang saling jatuh cinta, tekadang memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Tak jarang pula, di saat perpisahan harus terjadi di antaranya, dua orang yang saling mencintai akan menyebabkan rasa kesedihan yang sangat mendalam.

17. Inilah Akhirnya Cinta Kita

Inilah akhirnya cerita kita
Cerita yang dulu kita tulis dengan manis pahit rintangan
Cerita ketika kita masih saling menggenggam jemari

Cerita saat semuanya masih cinta
Saat cinta di hati masih berwarna
Cerita yang dulu indah, kini buram tanpa warna

Cinta kita yang ada masih setia menanti
Cinta kita masih setia saling merindu
Karena setiap malam biasa kudengar rindu itu mendoakanmu

Hingga semuanya hilang
Semuanya berubah pada akhirnya
Saat cinta kita melihat kenyataan itu
Kenyataan bahwa aku dan aku
Tidak mungkin lagi bersatu

Karena kita sudah terikat dengan orang lain
Kita sudah menjadi milik orang lain
Semua tentang kita sirna sudah
Kecuali cinta yang enggan pergi

Tidak mudah ternyata hidup ini
Terlebih menjlani hari tanpa dirimu
Menghabiskan waktu tanpa sosok dirimu di dekatku

Inilah rasa sakit
Rasa sakit yang dulu kutakutkan
Berharap agar kau tak menyantuhnya
Meski akhirnya aku terluka juga

Sangat menyakitkan semua ini
Setiap hari yang bisa kulakukan hanya menangis dan menangis
Aku benci itu aku benci diriku

Kenapa setelah selama ini
Sudah dua tahun sejak saat itu
Tapi hati tetap masih setia menyimpan cinta untuk kekasih orang

Ingin rasanya kuhapus namanya di hatiku
Agar aku tidak merana dan hancur berkeping-keping
Agar mataku kering dari air mata

Ternyata melupakanmu sulit juga
Tidak semudah ucapanku
Melupakanmu untukku adalah ibarat memanjat langit
Tidak mungkin!

Sungguh tidak pernah terpikirkan olehku
Hubungan kita harus berakhir dengan cara seperti ini
Harus berakhir dengan luka tersakiti juga air mata

Inilah akhirnya kita
Kita bertemu karena takdir
Kita berpisah juga karena takdir

Sungguh tidak ada rasa penyesalahan di benakku bertemu denganmu
Terima kasih karena kau menulis cerita bersamaku
Sekarang aku bukan kertas putih lagi
Karena di sana ada cerita kita

Oleh: Rayhandi

18. Perpisahan Cinta yang Membawa Bahagia

Aku yang dulu tersesat
Di suatu perjalanan cinta yang salah
Kau selalu kuanggap sebuah keindahan
Ternyata hanyalah ilusi yang menyilaukan mata

Aku terbutakan
Oleh sinarmu yang ternyata sumber kesengsaraan
Aku yang dulu tak mampu mengucapkan rasa
Kini dengan lantang berteriak

Sekencang mungkin
Sampai menggema merasuk ke dalam saluran pendengarnmu yang kau tutup
Keangkuhan itu menutup segala indra perasamu

Aku yang dulu tertidur
Terlelap dalam impian
Impian yang tak layak untuk dijadikan kenyataan

Aku yang dulu tersihir
Kini membalikan tongkat yang kau arahkan kepadaku
Kau yang dulu bertingkah sebagai malaikat
Seolah kehilangan kesaktianmu

Keahlianmu dalam memutarbalikan keadaan
Sudah tak lagi manjur untuk digunakan
Dulu kau terasa bagai jantung kehidupan
Kini kusadari denyutmu tak pernah nyata

Khayalan seakan menjanjikan nirwana
Hanyalah bagian dari kesengsaraan yang tiada henti
Aku kini, tak akan lagi bisa kau kelabui

Aku yang dulu terasa bagai seorang yang tak mampu berdiri
Kini dengan mantap terus berlari
Dengan yakin dan percaya diri
Memilih jalan yang tak lagi berduri

Alur cerita yang penuh dusta
Sudah jauh kutinggalkan
Tak lagi sedikitpun ragaku menoleh
Ke arahmu yang ternyata tiada arti

Perpisahan cinta yang membawa bahagia
Mungkin terasa naif untuk disampaikan
Namun inilah nyatanya yang ada
Jangan lagi kakimu berani

Melangkah mendekat walau hanya sejengkal
Tak ada lagi tempat bagimu di sini
Bagimu, yang tak layak untuk mendapatkan penyambutan

Puisi Perpisahan Sedih

Menjadikan hidup seperti kekal memang kesalahan fatal yang dilakukan hampir semua manusia. Kaum manusia menjadi sangat merasa terlalu percaya diri hingga tidak akan pernah siap dengan sebuah kehilangan. Berikut ini adalah contoh puisi perpeisahan sedih atas perpisahan dalam hidup.

19. Genggaman Perpisahan

Kuncup mekar bahkan tak mendatangkan satu pun kumbang untuk mengecup manisnya
Gelegar riuh hujan tak sedikit pun ikut menerbangkan rasa dingin yang membuat gentar
Kaki kuat melangkah semakin cepat mendekati beranjak gelap
Di bawah sinar seadanya aku amati kembali kemana jejak yang melenyapkanmu pergi

Aroma basah, rumput menggeliat dan pohon separuh berbisik
Ranting berjatuhan menimbulkan bunyi langkah samar
Bulan begitu pelit menyimpan cahayanya untuk dinikmati sendiri

Bumi semakin beku, dalam sepi, menua dan renta
Tegar terus menerjang lebat pepohonan diantara tanaman pemakan mimpiku
Kejam kususun langkah menuju jauh
Meninggalkan tempat pembaringan

Mengikuti jejak jawaban yang kau taburkan
Bila kau tanyakan mengenai rasa sakit? Sabetan pedang tidak akan membuat darahku jatuh
Meski hanya satu titik sebesar gerimis

Jauh di dalam rongga di tengah dada
Luka menganga mematikanku
Meski aku masih bisa berlari satu mill lagi

20. Haru Dalam Hujan

Cahaya mengagetkan memotretku dari langit
Dari singgasana tertinggi tempat kaum suci mengintip hiruk pikuk di bawah sini
Hujan dan tangisan begitu sering sehingga tak lagi kurasakan istimewa

Mereka memiliki magnet tarik menarik untuk menyempurnakan tahta di antara dua
Hangat dan perlahan, lalu meluncur tanpa ampun
Seisi bumi menangis dalam haru tangisan angkasa

Gungukan tanah basah dengan taburan aneka warna
Tanah menelanmu dengan cepat seolah telah lama memendam rindu
Seperti sepasang kekasih yang mendapat waktu untuk menyatu

Secepat hembusan nafas, kau terlihat sangat mesra dan menikmatinya
Menyuguhkan senyum, membawa berita dalam perut pertiwi adalah surga
Seakan kesedihan antri untuk mengisi hari-hariku yang dipandang selalu ceria

Seolah mereka berlomba mempertaruhkan kata “tolong” yang akan aku ucapankan
Pulanglah dengan tertawa, dan pahamilah
Dendam atas kelahiran yang mereka tertawakan telah kau balas tanpa tersisa

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content is protected !!