10 Alasan Utama Untuk Menggunakan Manjaro Linux

By | April 30, 2020
manjaro_linux

Ketika membandingkan dua distribusi Linux, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat pro dan kontra dari masing-masing distribusi tersebut. Jika kita seorang pemula tanpa pengalaman Linux sama sekali, Ubuntu mungkin bisa menjadi pilihan pertama. Di sisi lain, Manjaro, yang relatif baru, tidak memiliki komunitas yang lebih besar dari Ubuntu tetapi Manjaro pasti memiliki masa depan yang menjanjikan dalam hal platform kerjanya, rilis langsung dan paket software.

Hanya dalam 9 tahun sejak rilis resminya (rilis 2011), Manjaro telah meraih tempat ketiga dalam peringkat distribusi Linux terbaik. Ini adalah salah satu dari beberapa distro yang tidak dibangun di sekitar Ubuntu tetapi dibangun berbasis pada teknologi yang tidak konvensional, Arch Linux. Manjaro memungkinkan pengguna mengakses dengan aman ke Arch User Repository yang berisi paket dan unduhan Arch Linux. Karena Manjaro tidak menawarkan unduhan PPA, timnya mengelola repositori perangkat lunak yang besar yang diperbarui setiap minggu.

Berikut adalah alasan utama mengapa saya menggunakan Manjaro Linux dan mengapa kita juga harus melakukannya. Oke, Kita mulai!

1. Versi mudah dari Arch Linux

Manjaro adalah salah satu dari sedikit distribusi Linux yang tidak berbasis Ubuntu. Sebaliknya, ia dibangun di atas Arch Linux yang mutakhir. Arch adalah distro yang hebat, tetapi sayangnya, jika ingin menginstalnya kita harus melakukan banyak pekerjaan. Dimemulai dengan menentukan base system dan kita harus menginstal dan mengatur semuanya sendiri. Ini bisa sangat menyebalkan jika kita hanya ingin mencoba Arch atau baru mengenal Linux.

Tidak heran ada banyak lelucon tentang menginstal Arch Linux, seperti ini:

arch_linux_meme

Instal Manjaro tidak sesusah menginstal Arch. Seperti kebanyakan distro, yang harus dilakukan adalah mengunduh file ISO Manjaro, membuat flashdisk bootable, dan menginstalnya. Penginstal Calamares akan memberi pengalaman mulus mirip dengan penginstal Ubiquity Ubuntu.

2. Mendukung Lebih Banyak Perangkat Keras

Pada saat menginstal Linux, kita mungkin merasa kesulitan untuk membuat masing-masing perangkat keras berfungsi. Tetapi, jika Manjaro Linux diinstal, kita tidak harus menghadapi masalah seperti itu. Alasannya adalah sistem operasi ini menguji sistem pada awalnya dan kemudian menginstal driver wajib.

Misalnya, di komputer saya, menggunakan “Broadcom Wireless Card“. Itu sebabnya setiap kali saya menginstal distro baru, saya harus melewati beberapa fase tambahan agar card berfungsi. Menariknya, chip yang sama itu bekerja dengan sempurna tanpa memaksa saya untuk melakukan sesuatu yang ekstra tepat setelah instalasi Manjaro.

3. Ketersediaan Software

Jangan berpikir bahwa Manjaro tidak memiliki banyak aplikasi hanya karena tidak memiliki PPA. Tim Manjaro memiliki gudang software yang sangat besar. Selain itu, pengguna Manjaro memiliki akses yang mudah ke Arch User Repository (AUR).

AUR terdiri dari sejumlah besar skrip yang diproduksi oleh pengguna untuk menginstal program, yang pada dasarnya tidak dibundel untuk Arch. Beberapa program “AUR” diambil langsung dari Github atau awalnya dibuat untuk Ubuntu. Kemudian skrip hadir di AUR menyesuaikan ekstensi .deb agar dapat diinstal di Manjaro.

4. Mudah Berpindah Ke Kernel

Di sebagian besar distro, kita wajib menggunakan beberapa terminal wizard untuk beralih ke kernel. Tapi, Manjaro memiliki program kecil yang luar biasa yang memungkinkan menginstal kernel sebanyak yang dibutuhkan. Sangat nyaman ketika kita memiliki laptop lama yang tidak beradaptasi dengan kernel versi baru.

5. Tidak Ada Kewajiban Menambah PPA

Ketika menggunakan Linux Mint atau Ubuntu dan turunannya, kita harus berhadapan dengan banyak PPA. Pada dasarnya, PPA mengacu pada repo hanya untuk satu program atau serangkaian program. Instalasi perangkat lunak apa pun yang tidak tersedia di repo Ubuntu resmi, kita harus menghubungkan PPA baru ke sistem melalui Terminal.

Aplikasi menjadi tersedia untuk diinstal hanya ketika PPA baru terhubung, dan menjalankan pembaruan “sudo apt-get“. Di sisi lain, Manjaro Linux tidak menggunakan Ubuntu sebagai basisnya, tapi menggunakan Arch yang tidak memerlukan PPA.

6. Hemat waktu

Karena Arch adalah rolling release, pengguna sering menghadapi masalah besar dikarenakan bundel paket baru akan tidak dibatasi yang dapat merusak sistem. Oleh karena itu, tim Manjaro bekerja keras untuk menghindari masalah itu dengan memeriksa paket-paket baru sebelum mereka menyediakannya untuk para pengguna.

Hal ini mungkin membuat Manjaro kalah canggih daripada Arch, namun tetap saja update paket baru Manjaro akan lebih cepat daripada distro dengan rilis yang direncanakan seperti Fedora dan Ubuntu. Oleh karena itu, menurut saya Manjaro adalah pilihan yang layak untuk menjadi OS yang produktif.

7. Komunitas Yang Ramah

Terlihat bahwa meskipun ada banyak distro dan komunitas Arch, namun mereka terkenal karena sangat tidak ramah. Tetapi, dalam kasus Manjaro, kenyataannya benar-benar berlawanan. Lingkungan komunitas resmi Manjaro dapat menjadi tempat yang sangat baik bagi kita sebagai pengguna baru untuk mencari bantuan. Bahkan ada juga forum, yang tersedia dalam lebih dari 29 bahasa untuk non-native English.

8. Fasilitas Arch Wiki

Arch wiki merujuk pada kumpulan informasi yang berguna untuk kita memulai pengalaman “Arch Linux” dan juga turunannya. Karena Manjaro Linux adalah turunan dari Arch Linux dan karenanya tetap lebih dekat ke inti Arch di mana kita dapat memanfaatkan sepenuhnya basis pengetahuan di Arch Wiki.

9. Keunggulan Manajer Paket Pacman

pacman_package_manager

Pacman pada dasarnya adalah penginstal paket yang digunakan oleh Arch Linux sama dengan APT dan DNF yang masing-masing digunakan oleh Ubuntu dan Fedora. Namun menurut saya Pacman lebih unggul daripada APT. Lebih jauh lagi berguna karena kita tidak perlu mengetik banyak perintah untuk menyelesaikan pekerjaan kita.

10. Lingkungan Desktop Yang Beragam

DE Manjaro adalah contoh utama sistem operasi yang akan kita fokuskan untuk melakukan interaksi setelah booting. Lingkungan desktop dirancang dengan indah agar mudah digunakan. Selain itu, kita dapat menggunakan Cinnamon, GNOME, atau DE lainnya yang dipilih dengan ikon, panel, dan lain-lain yang dapat disesuaikan secara pribadi. Selain itu, Manjaro sudah menyertakan pengaturan lengkap dengan beragam pilihan opsi kontrol dan personalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *